Sayyidina Umar Dan Sungai NIL
Sayyidina Umar Dan Sungai NIL

Sayyidina Umar Dan Sungai NIL

Sesuatu waktu di Lembah sungai nil pada bulan ke 9 almanak negri Firaun, warga dekat sungai nil sudah mempersiapkan seseorang wanita perawan buat dilemparkan ke dalam sungai Nil bagaikan bentuk kepatuhan terhadap” penguasa” sungai Nil. Tradisi ini bagi warga dekat bila tidak dilaksanakan hingga sungai hendak mengering serta tidak hendak mengalir lagi.

Karna Islam tiba pada tahun tersebut hingga gubernur Mesir lekas melaksanakan penangkalan kegiatan sesajen kejam ini dengan berikan jaminan kalau kekhawatiran hendak keringna sungai Nil tidak hendak terjalin lagi berkah dari kehadiran Islam di negri para raja itu. Jaminan si Gubernur diterima dengan separuh hati oleh penduduk yang baru saja memeluk Islam, tetapi senantiasa membatalkan ritual tersebut khawatir hendak sangsi yang diberikan bila prosesi dijalankan.

Bulan ke 10 juga lekas datang serta air sungai Nil benr benar surut serta tidak mengalir. Karna air sungai Nil lah satu satunya harapan buat memperoleh air dengan gampang buat seluruh keperluan satu hari hari mulai dari pertanian pembangunan serta masak memasak, hingga penduduk dekat sungai Nil memutuskan buat pindah ke wilayah yang lebih gampang buat menjangkau air bagaikan pengganti lembah Nil. Pengaruh psikologis sudah menggunung bersatu padu dengan kepercayaan kalau Islam tidak dapat membagikan pemecahan sejalan dengan keringnya sungai ini. Mesir Pra Islam dalam kondisi darurat.

Di sisi lain, istana gubernur resah atas keringnya sungai Nil serta di waktu yang sama Gubernur Amru Bin Ash pula mengkhawatirkan perpindahan penduduk serta kepercayaan yang baru saja mereka anut. Tidak membuang waktu, Amru bin Ash lekas mengirim utusan mengarah Madinah buat berjumpa Umar Bin Khottob, Khalifah kedua mengambil alih Abu bakar Siddiq buat memohon petunjuk atas kebijakan pelarangan sesajen ini.

Umar Bin Khottob juga membagikan sokongan serta menyanjung keputusan pelarangan sesajen ini serta menyertakan pesan bonus… ya pesan bonus. Anehnya pesan itu tidak diperuntukan kepada manusia tetapi diperuntukan kepada sungai Nil. Sehabis dibuka serta setelah itu diumumkan kepada khalayak ramai, Amru bin Ash mengalami pesan itu berbunyi :

“Dari Hamba Allah, Umar bin Khottob kepada Sungai Nil, bila Air yang mengalir di dirimu itu karana kalian hingga saya tidak perlu kepadamu. Tetapi bila kalian mengalir karna Allah hingga kami meminta kepada Nya buat mengalirkan kalian.”

Subhanallah, pada malam harinya ataupun pas malam saat sebelum prosesi itu dijalankan air telah mengalir serta hampir menggenangi kedua sisi sungai Nil tersebut.

Check Also

Habib Soleh Tanggul Dan Wabah Penyakit

Habib Soleh Tanggul Dan Wabah Penyakit

Ada kisah Habib Sholeh Tanggul Jember yang tak kalah unik dan menarik. Habib Sholeh ini …

Leave a Reply